Danareksa
Home About Us Contact Us Careers
EQR Left Menu
   Research
  Economic Research
   
 

Equity Research

Profile
Reports
Daily Insight
Company Update
Strategy
Awards
Contact Eq. Research
   
  Debt Research
Profile
Reports
Daily/ Weekly Review
Monthly Review
Company Monitor
Strategy Reports
Awards
Contact Debt Research
Research Pages
Link to DRI website
 
Tetap Waspadai Krisis Yunani
* Provided by the Danareksa Research Institute - 15 Juni 2010
Pergerakan pasar finansial global dalam dua bulan terakhir menunjukkan bahwa sentimen negatif atas isu krisis utang Yunani belum mereda. Yang terjadi malah mungkin sebaliknya, investor global semakin khawatir atas meluasnya dampak krisis tersebut. Apabila krisis Yunani benar meluas, ekonomi dunia yang baru mengalami pemulihan bisa kembali terpuruk. Bagaimana potensi terjadinya kondisi tersebut? Pada triwulan pertama 2010, ekonomi dunia sebenarnya mulai mengalami pemulihan dari krisis keuangan yang terjadi pada 2008-2009. Tidak terkecuali dengan wilayah Eropa. Menurut Eurostat, Uni Eropa (EU27) mengalami pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 0,5 persen pada triwulan pertama tahun 2010.

Jerman sudah mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,5 persen. Ekonomi Perancis dan Italia juga sudah tumbuh positif sebesar 1,15 persen dan 0,49 persen. Namun, meningkatnya kekhawatiran atas dampak krisis fiskal Yunani perlahan mengikis sentimen positif tersebut. Sentimen negatif ganti menyebar. Bursa saham global sempat berjatuhan. Pelaku pasar mulai melepas aset investasi yang dianggap berisiko tinggi dan kembali ke aset dalam bentuk dollar Amerika Serikat yang dianggap lebih aman.

Awal krisis
Kekhawatiran atas kondisi fiskal Yunani mulai mencuat pada triwulan IV-2009 ketika Pemerintah Yunani melaporkan revisi perkiraan defisit fiskal negara tersebut kepada Eurostat. Defisit fiskal untuk 2009 yang semula dilaporkan hanya akan mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto melonjak naik menjadi lebih dari 12 persen. Sebelumnya, pada 2004, Eurostat menemukan bahwa Yunani juga melakukan ”kesalahan” serupa terkait laporan keuangan 1997-2003 negara tersebut.

Akibatnya, banyak pihak mulai mempertanyakan aspek transparansi dan kredibilitas metodologi penghimpunan data yang dijalankan Pemerintah Yunani. Kredibilitas data Pemerintah Yunani turut menjadi pemicu munculnya kekhawatiran publik Eropa. Ketiadaan data yang akurat tentu akan mempersulit penentuan kondisi perekonomian Yunani yang sebenarnya.

Tetap Waspadai Krisis Yunani
Kekhawatiran lebih besar yang mengemuka adalah Yunani akan mengalami default apabila tidak mendapatkan bantuan. Investor dan lembaga pemeringkat utang kemudian ”berlomba menjatuhkan hukuman” bagi Yunani. Standard & Poor (S&P), Moody, dan Fitch menurunkan peringkat utang Yunani hingga di bawah investment grade.

Investor melepas surat utang Yunani. Akibatnya, imbal hasil (yield) surat utang Yunani mengalami kenaikan cukup signifikan. Tidak hanya Yunani, kekhawatiran serupa mulai ditujukan kepada beberapa negara Eropa lain yang memiliki profil fiskal yang dianggap menyerupai Yunani, antara lain Portugal, Irlandia, dan Spanyol. Imbal hasil surat utang ketiga negara tersebut kemudian turut mengalami kenaikan. Beberapa langkah penyelamatan sebenarnya sudah diambil untuk meredakan sentimen negatif tersebut.

Awal Mei 2010, Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan komitmen pengucuran dana talangan yang mencapai sekitar 145 miliar dollar AS bagi Yunani. UE dan IMF kemudian juga sepakat untuk menyediakan dana stabilisasi keuangan yang mencapai 950 miliar dollar AS bagi zona euro. Bank Sentral Eropa (ECB) membeli surat utang pemerintah negara UE di pasar sekunder (mencetak dan memompa uang ke dalam sistem keuangan) sekaligus membuka line kredit khusus seperti yang pernah dilakukan lembaga tersebut pascajatuhnya Lehman Brothers tahun 2008. Sampai tanggal 22 Mei 2010, ECB setidaknya telah membeli surat utang pemerintah UE sebesar 20,4 miliar dollar AS.

Namun, sejak Maret 2009, aktivitas perekonomian sudah mulai meningkat. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan CEI sejak Maret 2009. Dari level 104,80 pada Maret 2009, CEI terus meningkat hingga mencapai level 110,84 pada Maret 2010. Tren CEI yang naik ini menunjukkan aktivitas perekonomian yang semakin membaik.
More. Links to "Danareksa Research Institute" websiteMore...

    images courtesy of Danareksa Research Institute.
Other Research Reports
  Equity Research Reports     Debt Research Reports
GJTL– Upgrade TP menjadi Rp 1.380, BUY...
29.06.2010
UNTR - Upgrade TP menjadi Rp 21.500, BUY...
28.06.2010
Bumi berpotensi raup US$200 juta dari Newmont...
25.06.2010
in Bahasa Indonesia
 
Daily Watch...
6.09.2010
Daily Watch...
3.09.2010
Daily Watch...
2.09.2010
in Bahasa Indonesia
 More Equity Research Reports...  More Debt Research Reports...
 


© 2001-2010 PT Danareksa (Persero) | All Rights Reserved | Sitemap | Disclaimer